Senin, 14 Februari 2011

Drs.H.Adang Darajat,MM : ”Camat Sukamantri Yang Peduli Terhadap Dunia Pertanian”




PARA petani di wilayah Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis mengakui, kalau selama ini ’Sang Camat’ Drs.H.Adang Daradjat, MM sangat peduli terhadap kemajuan dunia pertanian, bahkan dengan terjun ke lapangan. Betapa tidak! Buktinya, kalau dia di undang untuk melakukan penyuluhan pertanian oleh BP3K Model Sukamantri, Gapoktan, P4S, kelompok tani hingga petani yang hendak panen raya, maka dia akan hadir jika tak ada halangan mendesak.

”Kalau diundang dalam acara penyuluhan pertanian atau kegiatan lain yang berhubungan dengan pertanian, Pak Camat Sukamantri pasti hadir, misalnya saat panen jagung di kelompk P4s Karangsari. Kepedulian beliau diakui para petani maupun kelompok tani,”ungkap Itang S,PKP, Kepala BP3K Model Sukamantri kepada Sinar Tani.

Drs.H.Adang Daradjat MM mengaku, bahwa kepeduliannya terhadap dunia pertanian karena dia merasa terlahir dari keluarga petani dan dunia pertanian besar manfaatnya bagi kehidupan masyarakat dunia. ”Namun yang terpenting, saya melihat bahwa wilayah Kecamatan Sukamantri sangat potensial di bidang pertanian, dan memerlukan sentuhan dari semua pihak termasuk dari pemerintah.Dengan adanya kepedulian dari pemerintah, para petani pun tampak antusias dalam membangun sektor pertanian ”ungkapnya.

Dia menjelaskan, bahwa di Kec. Sukamantri mencakup 5 desa yang masing-masing desa memiliki produk pertanian unggulan yakni Desa Cibeureum dengan produk pertanian cabe merah, Desa Sukamantri adanya the rakyat, Desa Tengger Raharja produk jagung dan sapi, Desa Sindanglaya dengan tanaman ubi ‘garut’ ganyong, dan Desa Mekarwangi dengan produk kopinya. Kemudian di wilayah Kec.Sukamantri ini terdapat 64 kelompok tani, 5 kelompok wanita tani dan 3 kelompok taruna tani.

Bahkan, kini di kecamatan ini telah didirikan Pasar Agro di Desa Cibeureum yang lokasinya cukup strategis dan menjadi kebanggaan masyarakat tani.“Kecamatan Sukamantri memiliki dua core bussines yaitu agrobisnis dan agrowisata. Dengan adanya pasar agro ini, maka diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Sukamantri akan semakin meningkat.Demikian pula, tingkat perekonomian bisa meningkat,”jelas H.Adang Darajat.

“Beberapa produk unggulan pertanian yang akan dikedepankan misalnya seperti cabai, strobery, buncis, semangka, sereh wangi, ganyong, kopi dan teh. Selain pertanian produk lain seperti peternakan dan perikanan juga akan disediakan,”tukasnya.

Karena kepeduliannya terhadap kemajuan pembangunan dunia pertanian di wilayah Kec.Sukamantri, maka tidaklah berlebihan bila Drs.H.Adang Daradjat MM mendapat penghargaan dari Bupati Ciamis sebagai Pembina P2BN Terbaik pada upacara peringatan Hari Krida Pertanian 2010 yang baru lalu.(REDI MULYADI)****

Jumat, 04 Juni 2010

Drs.H.Adang Daradjat MM: "Kesenian Bebegig Sukamantri Berharap Masuk MURI"



PADA peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2010 yang lalu, suasana di halaman kantor Kecamatan Sukamantri Kab.Ciamis tampak ramai dikunjungi orang, terutama kalangan pelajar yang menyaksikan pentas kesenian tradisional Bebegig Sukamantri.Apalagi saat itu hadir seorang artis bule Shasha yang biasatampil bersama pelawak Komeng.
“Walaupun bertepatan dengan peringatan Hardiknas, tapi yang punya gawe menggelar kesenian Bebegig Sukamantri, yakni pihak Muspika Kecamatan Sukamantri bersama UPTD Pendidikan Sukamantri. Pak Camat sekarang tampaknya penuh perhatian terhadap kesenian ini, ”ungkap seorang warga.
Bahkan pada peringatan HUT ke V Kecamatan Sukamantri beberapa bulan lalu, Camat Drs.H.Adang Daradjat MM menampilkan kesenian tradisional Bebegig Sukamantri secara meriah, dengan melibatkan sejumlah grup kesenian Bebegig dan para tokoh seniman, serta warga masyarakat di kecamatan ini.
”Kami berupaya ingin turut melestarikan dan mengembangkan ‘seni budaya’ kesenian tradisional khas daerah, yakni Bebegig Sukamantri yang kini hampir punah karena kurang peminatnya.Bahkan ke depan, saya berkeinginan kalau Kesenian Bebegig ini bisa masuk rekor MURI,”ungkap Adang Daradjat disela-sela panen jagung di lahan milik P4S Karangsari.
Nah, untuk bisa masuk MURI ini maka Adang Darajat berencana akan menampilkan sebanyak 1.000 buah Bebegig sepanjang 1-2 km dengan melibatkan warga masyarakat se-wilayah Kec.Sukamantri. Namun persoalannya, untuk bisa menampilkan sebanyak 1.000 Bebegig Sukamantri itu membutuhkan dana yang sangat besar, yakni sekitar Rp.250 juta.”Kami saat ini tengah mencari sponsorship untuk bisa menggelar kesenian Bebegig Sukamantri secara kolosal dan spaktakuler,”tuturnya.
Adang menambahkan, dengan sering ditampilkannya semacam pada peringatan Hardiknas, HUT Kemerdekaan RI dan hari besar nasional lainnya serta menyambut tamu pejabat maupun menerima undangan ke berbagai kota-kota besar termasuk Istana Negara, maka diharapkan kesenian Bebegig Sukamantri ini tetap lestari dan bahkan berkembang.
Camat mengatakan, bahwa Bebegig Sukamantri sangat berbeda dengan bebegig atau orang-orangan sawah yang ada di daerah lain, karena Bebegig Sukamantri adalah manusia yang mengenakan topeng, seperti topeng barong dari Bali. “Adapun yang membedakannya, topeng ini mengenakan rambut gimbal dari susunan bunga rotan atau bunga caruluk atau disebut bubuai. Hal ini sengaja sebagai isyarat mencintai alam. Sedangkan bebegig yang pada umumnya dibuat mirip boneka menggunakan pohon padi atau sejenis, terus dibalut pakaian layaknya manusia yang turun ke sawah.”jelasnya
Keberadaan kesenian bebeging merupakan ’titinggal’ peninggalan masyarakat Desa Cempaka, Kec. Sukamantri, Kab. Ciamis yang meyakini bahwa bebegig merupakan perlambang kemenangan. Sebab, pembuatan bebegig diilhami wajah Prabu Sampulur yang memusnahkan kejahatan dan meminta imbalan untuk menguasai Pulau Jawa.
Bebegig Sukamantri mulai dipopulerkan pada tahun 1950-an oleh masyarakat setempat. Setiap tanggal 17 Agustus Bebegig Sukamantri memberikan suasana kemeriahan nan sakral di Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. Kepopuleran kesenian tradisional ini pun tak terlepas dari adanya peran seniman dan budayawan Ciamis Godi Suwarna dan Rachmayati Nilakusumah, S.Sen. yang sangat memperhatikan keberadaan seni-seni tradisional yang ada di Kab.Ciamis.
Seni ini terbilang spektakuler karena melibatkan banyak orang untuk ikut arak-arakan dalam upacara adat ngarumat (memelihara) alam yang sudah menjadi tradisi masyarakat setempat. Rambut gimbal sang bebegig yang terbuat dari bunga caruluk seberat 40-60 kg merupakan ungkapan rasa cinta pada alam sekitarnya. Tradisi khas Ciamis ini sengaja diangkat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar untuk mengikuti festival budaya di Istana Negara Jakarta, 18 Agustus lalu maupun pada acara Kemilau Nusantara Jawa Barat. (REDI MULYADI)***

Kamis, 03 Juni 2010

Pencanangan Desa Siaga Narkoba di Kec. Sukamantri



BERITA.Com

Sebanyak 200 desa yang dinilai rentan peredaran narkoba di Jabar akan menjadi Desa Siaga Narkoba dengan dilibatkan berbagai kalangan untuk melakukan kewaspadaan dini dan melakukan upaya preventif guna menangkal peredaran narkoba lewat pendirian posko. Pecanangan Desa Siaga Narkoba tingkat Jabar ini dimulai di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kab.Ciamis pada Kamis 8 April 2010 lalu.
"Kita targetkan ada 200 desa siaga narkoba di Jabar. J
umlah desa siaga narkoba ini mengacu pada jumlah desa peradaban di Jabar. Tiap kabupaten dan kota di Jabar kita canangkan ada desa siaga narkobanya. Dan kita memulainya dari Desa Cibeureum ini," tegas Wagub Jabar yang juga Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jabar, H Dede Yusuf saat pencanangan Desa Siaga Narkoba di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Ciamis.

Pada saat pencanangan Desa Siaga Narkoba tersebut Dede Yusuf yang didampingi Wabup Ciamis Drs H Iing Syam Arifin disambut seni bebegig dan diusung dengan buroq mirip sisingaan. Desa yang terpilih menjadi Desa Siaga Narkoba, menurut Dede adalah desa yang rentan peredaran narkoba dengan karakter masyarakat yang kebanyakan punya mobilitas tinggi, daerah perlintasan dan perbatasan.

"Dengan adanya Desa Siaga Narkoba ini keterlibatan seluruh elemen warga akan mengurangi ruang gerak penyebaran dan pengedaran narkoba. Jangan biarkan anak-anak muda kita banyak nongkrong tanpa kegiatan yang positif, arahkanlah mereka pada kegiatan-kegiatan yang berguna seperti keagamaan, olahraga, maupun kesenian dan hal yang menguntungkan lainnya," ingat Dede sambil menuturkan di Jabar sekitar 800 ribu orang menjadi korban penyelahgunaan narkoba.

Dalam kesempatan itu, Wagub Dede Yusuf memperkenalkan posko siaga narkoba yang dilengkapi dengan fasilitas internet guna menyosialisasikan bahaya-bahaya penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat. Baik generasi muda maupun kalangan orang tua.

“Desa Siaga Narkotika ini baru pertama kali dibentuk di Provinsi Jabar, salah satunya di Sukamantri. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk melakukan pencegahan dini peredaran narkotika di wilayah Jawa Barat karena Sukamantri merupakan daerah perbatasan antara Ciamis dengan Kuningan serta dengan Tasikmalaya dan Sumedang,” paparnya.

Karena itu, lanjut Dede Yusuf, BNP Jawa Barat meresmikan atau membuat desa peduli narkoba yang fungsinya sebagai wahana peyuluhan kepada warga mengenai bahaya narkoba. Selain itu, menekan angka peredaran narkoba di Jawa Barat.

Dengan dicanangkannya Desa Cibeureum sebagai salah Desa Siaga Narkoba tingkat Jawa Barat , menurut Camat Sukamantri Drs.H.Adang Darajat MM, merupakan kebanggaan tersendiri karena telah dipercaya dalam upaya pemberantasan narkoba dan sekaligus tantangan berat yang harus dihadapi.Desa Cibeureum yang berada Desa di kawasan Ciamis Utara yang berbatasan dengan Kabupaten Majalengka itu dinilai rawan peredaran narkoba.

"Selain berada di daerah perbatasan, Desa Cibeureum ini merupakan profil desa urban yang tingkat mobilitas masyarakatnya cukup tinggi," ujarnya.

Dengan dipilihnya Desa Cibeureum sebagai desa siaga narkoba tingkat Jabar menurut Adang Daradjat, maka di desa tersebut kini telah ada kelompok-kelompok masyarakat yang punya gugus tugas berupa upaya-upaya untuk menangkal peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Kepala Desa Cibeureum Didi Kamsidi mengaku bangga bahwa desanya menjadi pilot project Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Barat. “Desa kami didaulat menjadi desa siaga narkotika, karena selama ini masyarakat desa kami memiliki kepedulian terhadap pencegahan bahaya penyalahgunaan narkotika.”ujarnya.

Sejak menjabat Kepala Desa Cibeureum, Didi Kamsidi senantiasa mengimbau warganya agar berusaha pemerintah maupun aparat kepolisian dalam hal pemberantasan peredaran narkoba, terlebih desanya berbatasan dengan Kab.Majalengka.” Kami pun selalu memberikan penyuluhan mengenai narkoba dan bahayanya, terutama kepada kalangan generasi muda,”jelasnya.(REDI MULYADI)***





Bupati Ciamis Resmikan Pasar Agro Desa Cibeureum






BUPATI Ciamis H.Engkon Komara telah meresmikan Pasar Agro Desa Cibeureum yang berada di Kec.Sukamantri, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan pelantikan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kab.Ciamis oleh Ketua HKTI Jawa Barat.

“Dengan beroperasinya Pasar Agro Desa Cibeureum ini, maka diharapkan masyarakat terutama para petani di wilayah Kecamatan Sukamantri dan sekitarnya akan dapat lebih berdaya.Selain itu, pengelola pasar agro ini harus masyarakat diajak untuk mengelola potensi daerah khususnya di bidang pertanian,”ujar Engkon Komara.

Pemerintah membangun pasar agro ini, menurut Bupati Ciamis, yaitu bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para petani, dan untuk memperoleh kepastian harga, sehingga masyarakat dapat menikmati harga yang stabil.

Bupati pun menyambut baik atas pelantikan HKTI Kab.Ciamis yang dilaksanakan bersamaan dengan peresmian Pasar Agro Desa Cibeureum tersebut.”Semoga saja, pengurus HKTI Kab.Ciamis mampu memberdayakan masyarakat di bidang pertanian, agar masyarakat lebih sejahtera,”tuturnya.

Dalam kata sambutannya, Camat Sukamantri Drs.H.Adang Darajat,MM mengungkapkan, bahwa pembangunan Pasar Agro di Desa Cibeureum yang lokasinya cukup strategis, memang sudah didambakan masyarakat. Karena itu, agenda peresmian yang menjadi tanda beroperasinya pasar sangat dinantikan masyarakat, terutama kalangan masyarakat petani di wilayah Ciamis utara yang mencakup lima kecamatan yakni Sukamantri, Kawali, Lumbung,Panumbangan dan Cihaurbeuti.

“Kecamatan Sukamantri memiliki dua core bussines yaitu agrobisnis dan agrowisata. Dengan adanya pasar agro ini, maka diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Sukamantri akan semakin meningkat.Demikian pula, tingkat perekonomian bisa meningkat,”jelas H.Adang Darajat.

Dia menambahkan, bahwa Pasar Agro Desa Cibeureum memiliki keunggulan dengan lokasinya yang bersebelahan dengan objek wisata air Situ Cibubuhan, di samping lokasinya cukup strategis karena berada ditengah-tengah di antara lima kecamatan yang dijadikan proyek pengembangan kawasan agro di wilayah utara Kab.Ciamis.

“Pada masa mendatang, lokasi ini akan semakin ramai dengan banyaknya transaksi pertanian di Pasar Agro Cibeureum dan pengunjung ke objek wisata Situ Cibubuhan. Jadi, adanya kesinambungan antara aspek keindahan dan kelestarian lingkungan” ujar Pipin A.Apilin, yang juga Ketua Gapoktan Karangsari ini.

Adang Darajat pun menegaskan, sesuai nama dan fungsinya bahwa Pasar Agro Desa Cibeureum di Kec. Sukamantri ini akan dikhususkan untuk memasarkan produk-produk unggulan pertanian dari lima kecamatan yang sudah ditetapkan menjadi kawasan agropolitan. “Beberapa produk unggulan pertanian yang akan dikedepankan misalnya seperti cabai, strobery, buncis, semangka, sereh wangi, ganyong, kopi dan teh. Selain pertanian produk lain seperti peternakan dan perikanan juga akan disediakan,”tukasnya. (REDI MULYADI)***