Minggu, 20 Februari 2011

HPDKI Kec.Sukamantri Adakan Kontes Seni Ketangkasan Domba Adu



Ciamis, LINTAS PENA

Dalam rangka mengembangkan usaha ternak domba jenis unggul di Priangan sekaligus ajang ‘silaturahmi’ berkumpulnya para peternak dan pemilik serta penggemar, juga turut melestarikan kesenian khas rakyat Jawa Barat, maka para peternak domba yang tergabung dalam wadah Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Kec.Sukamantri menggelar acara “Kontes Seni Ketangkasan Domba Adu” tingkat Jawa Barat pada hari Minggu kemarin.

Ketua HPDKI Kec.Sukamantri Agus Partiwa ST menjelaskan, bahwa peserta “kontes” seni ketangkasan domba adu yang berlangsung di Lapangan Tower tersebut diikuti oleh sekitar 200 ekor domba jenis unggul yang berasal dari Garut, Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, Kuningan, Bandung, Sumedang dan daerah lainnya.

“Ada kebanggaan tersendiri bagi saya, karena Kontes Seni Ketangkasan Domba Adu yang digelar untuk ketiga kalinya ini, ternyata pesertanya cukup banyak.”tutur Agus Partiwa ST, yang juga Ketua Kelompok Tani Karya Mukti 3 Desa Sukamantri kepada LINTAS PENA kemarin.

Agus menambahkan, bahwa seni ketangkasan domba merupakan salah satu kegemaran tersendiri yang disenangi serta ternak domba di Priangan dapat dikategorikan sebagai hewan kesayangan serta hewan kebanggaan, khususnya domba garut yang selama ini trade merk. “Kini domba jenis unggul bukan hanya asal Garut saja, karena domba dari daerah lain di Priangan jauh lebih unggul. Para peternak sudah pandai memelihara domba jenis unggul secara khusus. Artinya, dengan perlakuan dalam pemeliharaannya secara khusus terutama dalam membentuk tanduk agar memiliki temperamen yang indah dan kelihatan gagah,”tuturnya.

Dengan demikian, seni ketangkasan domba merupakan ajang kontes dalam memilih bibit sebagai raja dan ratu bibit ternak domba, karena setiap event pertandingan ternak domba yang bagus sangat mendapat sorotan setiap peternak dan penggemar, dengan sendirinya bahwa ternak tersebut memiliki harga yang sangat tinggi.

Dengan digelarnya Kontes Seni Ketangkasan Domba Adu tingkat Jawa Barat tersebut, Agus berharap agar mendapat perhatian dari Pemkab Ciamis, karena HPDKI Kec.Sukamantri dan para peternak ingin memiliki pasar domba, arena kontes dan kawasan pengembangan domba dalam satu lokasi di Lapangan Tower Desa Sukamantri. (REDI MULYADI)***

Senin, 14 Februari 2011

Geliat Membangun di Desa Cibeureum Manfaatkan PNPM Mandiri Pedesaan



Ciamis, LINTAS PENA

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) merupakan salah satu program skala nasional, yang bertujuan guna membangun saraa dan prasarana di pedesaan, termasuk dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Program pemerintah pusat ini tentu saja sangat membantu program pembangunan di pedesaan.

Hal itu diakui Agus Anwar, Ketua BPD Cibeureum Kec.Sukamantri kepada LINTAS PENA pekan kemarin. “Dengan adanya PNPM MP ini tentu saja sangat besar manfaatnya bagi masyarakat, antara lain membuka lapangan kerja bagi masyarakat maupun membantu para pengusaha kecil yang membutuhkan penambahan modal usaha,”ujarnya.

Bahkan PNPM MP ini, lanjut Agus Anwar, sangat membantu program pembangunan bagi para kepala desa.Karena para kepala desa punya bekal untuk membangun desanya. Sebagaimana halnya program kerja Kepala Desa Cibeureum Didi Kamsidi selama ini.Karena itu tak mengherankan bila geliat pembangunan di desa ini sangat dirasakan warganya.

”Kami mendukung penuh terhadap program kerja Kepala Desa Cibeureum yang positif dan inovatif dalam membangun desa kea rah yang lebih maju,”tutur Agus Anwar yang juga Ketua BKAP Kec.Sukamantri.

Dia menjelaskan, geliat membangun di Desa Cibeureum dengan memanfaatkan sumber dana PNPM MP tersebut, antara lain untuk kucuran dana PNPM MP tahun 2009 dan 2010 telah membangun 9 buah Posyandu yang refresentatif dengan perlengkapannya Rp.33 Juta plus swadaya, juga membangun Raudhatul Aftal (RA) Al Hasanah Rp.103 juta ditambah Rp.45 juta swadaya masyarakat untuk membuat 2 ruang kelas baru (RKB) dan kantor.

“Kehadiran Posyandu yang memadai dan lengkap di tiap kedusunan, yang sumber dananya berasal dari program PNPM MP dinilai sangat penting, karena bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat,”jelas Didi Kamsidi

Selain itu, program Kepala Desa Cibeureum yang lain untuk kepentingan masyarakat yakni di tiap kedusunan (9 dusun) kini telah berdiri lembaga Pandidikan Anak Usia Dini (PAUD).”Dengan adanya lembaga PAUD di tiap kedusunan ini, maka diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya warga desa kami,”kata Didi Kamsidi.

Sementara itu, untuk PNPM MP tahun 2011 rencananya akan membangun sarana insfrastruktur jalan sepanjang 1.800 meter yang menghubungan Desa Maparah Kec.Panjalu dengan Desa Cibeureum Kec.Sumanatri, juga jalan antar dusun dari Dusun Cileunteung – Dusun Sasireum hingga menembus ke Desa Sindanglaya.(REDI MULYADI)***

Itang, S.PKP : “Berikan Penyuluhan Kepada Petani Dengan Sepenuh Hati”




Itang S.PKP, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kec.Sukamantri, mengaku tidak menduga kalau dirinya bakal menerima penghargaan sebagai Penyuluh Pertanian Tingkat Nasional tahun 2010 bersama 33 orang lainnya. Selama ini, dia memberikan penyuluhan kepada para petani dengan sepenuh hati,dan tak mengenal lelah demi kemajuan pembangunan pertanian di Kab.Ciamis khususnya.

“Sejak awal menjadi petugas penyuluh pertanian, niat saya ingin yaitu memajukan dunia pertanian di daerah sendiri, dengan memberikan penyuluhan kepada para petani terutama pelaku utama (perseorangan/individu) yang kini sukses sebagai pelaku usaha di bidang masing-masing.

Jadi, bertugas sebagai penyuluh bukan mengharapkan penghargaan, “ungkap ayah 3 anak ini.

Pria kelahiran Bandung ini menunaikan tugas sebagai penyuluh selama 24 tahun dan menjabat Kepala BP3K Kec.Sukamantri saja sudah 10 tahun lebih, karena selalu dipertahankan oleh para petani (anggota kelompok tani, Gapoktan, Taruna Tani, Wanita Tani, P4S dll) yang menjadi binaannya. Dia begitu dikenal oleh kalangan petani dan masyarakat sekitarnya karena seringnya melakukan pertemuan maupun kunjungan ke kelompok-kelompok tani sesuai jadwal yang direncanakan.

Dalam upaya mensukseskan usahatani binaannya, menurut Itang S.PKP, berbagai metode penyuluhan pertanian telah diterapkan seperti intensifikasi padi sawah, penumbuhan dan pengembangan kawasan jagung dan starberry serta penanaman sayur-sayuran, mendampingi dalam kegiatan penanganan pasca panen sayuran dan sebagainya.

“Kebetulan masing-masing desa di Kec.Sukamantri komoditas unggulan antara lain: Desa Sukamantri memiliki komoditas unggulan tanaman the dan kambing, Desa Cibeureum yakni tanaman cabe, Desa Sindanglaya khusus tanaman ganyong, Desa Mekarwangi khusus tanaman kopi dan Desa Tenggerraharja memiliki komoditas unggulan tanaman jagung dan ternak sapi potong.”tutur sarjana lulusan Unibersitas Terbuka (UT) jurusan penyuluhan dan komunikasi pertanian tahun 2007 ini.

Dalam kesibukannya sebagai Kepala BP3K Model Sukamantri dan memberikan penyuluhan kepada para petani, Itang pun masih sempat mengikuti beberapa pelatihan seperti pelatihan pasca panen, PHT, perkoperasian, administrasi keuangan, menejemen penyuluhan, pemandu lapangan, manajemen, agribisnis, pemandu lapang hortikultura, metodelogi bagi penyuluh, pelatih lapang SLPTT jagung dan lainnya.

Berkat kerja keras dan dukungan istri tercintanya, maka tidak mengherankan bila dia pernah mendapat piagam penghargaan sebagai Pembina Kelompok Wanita Tani Cieurih,, pembantu pelaksana SLPHT BAPPENAS, peserta terbaik III jurusan pertanian pada Diklat alih kelompok jabatan fungsional, Juara II pada lomba karya tulis perikanan, Juara III festival karya penyuluhab pertanian tingkat nasional dan sebagainya.Puncaknya, pria ramah ini memperoleh penghargaan sebagai Penyuluh Teladan Tingkat Nasional pada peringatan HUT ke 65 Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2010 lalu.

Dengan diterimanya penghargaan sebagai Penyuluh Teladan Tingkat Nasional 2010 tersebut, tentu saja menambah semangat Itang S.PKP dalam pengabdiannya, terutama memberikan penyuluhan kepada para petani dan kelompok tani dengan sepenuh hati.”Saya ingin bahwa para petani Indonesia dapat maju dan berkembang, terutama pola pikir mereka dalam menggarap usahataninya,”jelasnya. (REDI MULYADI)***

Drs.H.Adang Darajat,MM : ”Camat Sukamantri Yang Peduli Terhadap Dunia Pertanian”




PARA petani di wilayah Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis mengakui, kalau selama ini ’Sang Camat’ Drs.H.Adang Daradjat, MM sangat peduli terhadap kemajuan dunia pertanian, bahkan dengan terjun ke lapangan. Betapa tidak! Buktinya, kalau dia di undang untuk melakukan penyuluhan pertanian oleh BP3K Model Sukamantri, Gapoktan, P4S, kelompok tani hingga petani yang hendak panen raya, maka dia akan hadir jika tak ada halangan mendesak.

”Kalau diundang dalam acara penyuluhan pertanian atau kegiatan lain yang berhubungan dengan pertanian, Pak Camat Sukamantri pasti hadir, misalnya saat panen jagung di kelompk P4s Karangsari. Kepedulian beliau diakui para petani maupun kelompok tani,”ungkap Itang S,PKP, Kepala BP3K Model Sukamantri kepada Sinar Tani.

Drs.H.Adang Daradjat MM mengaku, bahwa kepeduliannya terhadap dunia pertanian karena dia merasa terlahir dari keluarga petani dan dunia pertanian besar manfaatnya bagi kehidupan masyarakat dunia. ”Namun yang terpenting, saya melihat bahwa wilayah Kecamatan Sukamantri sangat potensial di bidang pertanian, dan memerlukan sentuhan dari semua pihak termasuk dari pemerintah.Dengan adanya kepedulian dari pemerintah, para petani pun tampak antusias dalam membangun sektor pertanian ”ungkapnya.

Dia menjelaskan, bahwa di Kec. Sukamantri mencakup 5 desa yang masing-masing desa memiliki produk pertanian unggulan yakni Desa Cibeureum dengan produk pertanian cabe merah, Desa Sukamantri adanya the rakyat, Desa Tengger Raharja produk jagung dan sapi, Desa Sindanglaya dengan tanaman ubi ‘garut’ ganyong, dan Desa Mekarwangi dengan produk kopinya. Kemudian di wilayah Kec.Sukamantri ini terdapat 64 kelompok tani, 5 kelompok wanita tani dan 3 kelompok taruna tani.

Bahkan, kini di kecamatan ini telah didirikan Pasar Agro di Desa Cibeureum yang lokasinya cukup strategis dan menjadi kebanggaan masyarakat tani.“Kecamatan Sukamantri memiliki dua core bussines yaitu agrobisnis dan agrowisata. Dengan adanya pasar agro ini, maka diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Sukamantri akan semakin meningkat.Demikian pula, tingkat perekonomian bisa meningkat,”jelas H.Adang Darajat.

“Beberapa produk unggulan pertanian yang akan dikedepankan misalnya seperti cabai, strobery, buncis, semangka, sereh wangi, ganyong, kopi dan teh. Selain pertanian produk lain seperti peternakan dan perikanan juga akan disediakan,”tukasnya.

Karena kepeduliannya terhadap kemajuan pembangunan dunia pertanian di wilayah Kec.Sukamantri, maka tidaklah berlebihan bila Drs.H.Adang Daradjat MM mendapat penghargaan dari Bupati Ciamis sebagai Pembina P2BN Terbaik pada upacara peringatan Hari Krida Pertanian 2010 yang baru lalu.(REDI MULYADI)****