Minggu, 20 Februari 2011

Kawasan Agrowisata Werkit Desa Cibeureum Tempat Musrenbang Kecamatan Sukamantri




Ciamis, LINTAS PENA

Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat Kec. Sukamantri Kab. Ciamis untuk perencanaan tahun 2011 memang berbeda. Karena diselenggarakan di tempat terbuka, tepatnya di kawasan “agrowisata” Areal Pertanian Werkit Desa Cibeureum, sehingga menyatu dengan suasana alam yang indah. Pada Musrenbang kali ini dihadiri Kepala Bappeda Ciamis Ir. Tiwa Sukrianto, MS yang membacakan kata sambutan Bupati H. Engkon Komara dan anggota DPRD Ciamis Ohan Hidayat

Sekmat Sukamantri Suherman S. Sos selaku panitia Musrenbang menjelaskan, bahwa peserta Musrenbang tingkat Kec. Sukamantri diikuti unsur Muspika, Kepala BP3K Model Sukamantri Itang, S. PKP, Kepala UPTD/UPTB, kepala desa beserta Kasi Pembangunan Pesa, Ketua BPD dan Ketua LPM, Tim Penggerak PKK kecamatan dan desa, organisasi/tokoh masyarakat serta perangkat kecamatan.

“Adapun maksud dan tujuan diselenggarakannya Musrenbang Tingkat Kecamatan tahun 2011 ini, antara lain untuk membahas dan menyepakati hasil Musrenbang dari tingkat desa yang akan menjadi prioritas kegiatan pembangunan di wilayah Kec. Sukamantri tahun anggaran 2012. Selain itu, untuk membahasa dan menetapkan prioritas kegiatan pembangunan di tingkat kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembanngunan di tingkat desa tahun anggaran sebelumnya, serta melakukan klasifikasi atas pembangunan kecamatan sesuai dengan fungsi-fungsi Satuan Kerja Perangkat Daeraj (SKPD),” papar Suherman, S. Sos.

Dalam amanat tertulisnya Bupati Ciamis H. Engkon Komara yang dibacakan oleh Kepala Bappeda Ciamis Ir. Tiwa Sukrianto, MS mengatakan, bahwa seiring dengan UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Permendagri No. 54 tahun 2010 tentang pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 8 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah, serta Perda Pemprov Jawa Barat No. 6 tahun 2009 tentang sistem perencanaan pembangunan daerah, maka Musrenbang rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) di tingkat kecamatan merupakan salah satu tahapan yang harus ditempuh dalam proses penyusunan RKPD kabupaten.

“Musrenbang RKPD kabupaten di tingkat kecamatan yang diselenggarakan sekarang ini merupakan proses untuk menyusun RKPD Kab. Ciamis tahun 2012 mendatang,” jelasnya.

Bupati H. Engkon Komara menjelaskan, bahwa dalam rangka penyusunan rencana pembangunan yang berkualitas, dalam arti rencana pembangunan yang lebih banyak mengakomodasi kebutuhan masyarakat di setiap wilayah secara adil dan merata dapat dilaksanakan secara rasional, dan efektif dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada, maka mekanisme Musrenbang RKPD kabupaten khususnya di tingkat kecamatan mengalami penyempurnaan.

Kepala Bappeda Ciamis Ir. Tiwa Sukrianto, MS menegaskan, bahwa rancangan awal RKPD Kab.Ciamis tahun 2012 yang telah disiapkan oleh Bappeda sengaja disusun lebih awal dan disampaikan kepada camat, serta dipaparkan pada forum Musrenbang RKPD kabupaten di tingkat kecamatan. “Hal ini mengandung maksud agar rancangan awal RKPD ini dapat dikaji, dianalisis dan dikoreksi yang dikaitkan dengan kepentingan wilayah kecamatan yang bersangkutan yang telah dirangkum dalam rencana wilayah pembangunan kecamatan, dimana bahan bakunya berasal dari Musrenbang di tingkat desa dan instansi lain di tingkat kecamatan. Dengan demikian camat lebih dapat memaduserasikan antara kepentingan daerah (kabupaten)dan kepentingan kewilayahan (kecamatan)” jelasnya.

Sementara itu, Camat Sukamantri Drs. H. Adang Darajat, MM mengungkapkan, bahwa Kecamatan Sukamantri memiliki dua core bussines yaitu agrobisnis dan agrowisata. “Dengan adanya Musrenbang ini, maka diharapkan kegiatan pembangunan di wilayah Kec.Sukamantri yang menunjang agrobisnis dan agrowisata dapat terlaksana, sehingga visi “Kecamatan Sukamantri sebagai kawasan agropolitan termaju 2020” akan tercapai, sekaligus dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama para petani.” ungkapnya. (REDI MULYADI/NUR KAMILLAH)***

Ir.Uteng Kuswanda: "Desa Sukamantri Akan Kembangkan Kawasan Ternak Domba"




Ciamis, LINTAS PENA

Bila melihat potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di bidang peternakan, maka tidaklah berlebihan bila Desa Sukamantri di Kec.Sukamantri Kab.Ciamis ini akan berusaha untuk mengembangkan kawasan ternak, terutama jenis domba garut (plus domba lokal unggul) dan kambing.

“Karena itu, kami berharap kepada Pemkab Ciamis agar dapat mewujudkan keinginan para peternak dan masyarakat di desa kami yakni ingin memiliki Pasar Ternak Domba, arena kontes dan kawasan pengembangan ternak (pembibitan, penggemukan, pemeliharaan) dalam satu lokasi,”ungkap Ir.Uteng Kuswanda, Kepala Desa Sukamantri disela-sela menyaksikan acara “Kontes Seni Ketangkasan Domba Adu” tingkat Jawa Barat di Lapangan Tower pada hari Minggu kemarin.

Ir.Uteng Kuswanda menjelaskan, bahwa sumber daya alam yang dimiliki Desa Sukamantri ini antara lain; ketinggian daerah 800 dpl sangat cocok untuk beternak domba, kemudian memiliki kawasan ‘pangangonan’ rumput seluas 10 hektar di Cimuncang, juga lahan pertanian terpadu (hortikultura, tanaman pangan dan ternak) cukup luas yang digarap oleh anggota Kelompok Tani Karya Mukti 3 Desa Sukamantri.

“Sedangkan SDM-nya, yakni para peternak yang umumnya anggota kelompok tani sudah terbiasa beternak domba dan memiliki keahlian memelihara ternak domba cukup memadai,”ungkap Kepala Desa Sukamantri yang sarjana peternakan ini.

Uteng Kuswanda mengatakan alasan akan mengembangan kawasan ternak domba di Desa Sukamantri, karena sebagai salah satu komoditas unggulan di bidang peternakan, domba dan kambing memiliki prospek untuk terus dikembangkan. Hal itu sejalan dengan kebutuhan masyarakat pada ternak jenis ini. Berbagai upaya pun dilakukan oleh para peternak untuk meningkatkan daya saing mereka.

“Dalam rangka mendorong untuk mewujudkan perekonomian nasional yang sehat, juga memandang domba dan kambing mampu menciptakan peluang ekonomi untuk meningkatkan pendapatan, membantu menciptakan lapangan kerja, dan melestarikan serta memanfaatkan sumberdaya alam pendukung peternakan.”paparnya.(REDI MULYADI)***

HPDKI Kec.Sukamantri Adakan Kontes Seni Ketangkasan Domba Adu



Ciamis, LINTAS PENA

Dalam rangka mengembangkan usaha ternak domba jenis unggul di Priangan sekaligus ajang ‘silaturahmi’ berkumpulnya para peternak dan pemilik serta penggemar, juga turut melestarikan kesenian khas rakyat Jawa Barat, maka para peternak domba yang tergabung dalam wadah Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Kec.Sukamantri menggelar acara “Kontes Seni Ketangkasan Domba Adu” tingkat Jawa Barat pada hari Minggu kemarin.

Ketua HPDKI Kec.Sukamantri Agus Partiwa ST menjelaskan, bahwa peserta “kontes” seni ketangkasan domba adu yang berlangsung di Lapangan Tower tersebut diikuti oleh sekitar 200 ekor domba jenis unggul yang berasal dari Garut, Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, Kuningan, Bandung, Sumedang dan daerah lainnya.

“Ada kebanggaan tersendiri bagi saya, karena Kontes Seni Ketangkasan Domba Adu yang digelar untuk ketiga kalinya ini, ternyata pesertanya cukup banyak.”tutur Agus Partiwa ST, yang juga Ketua Kelompok Tani Karya Mukti 3 Desa Sukamantri kepada LINTAS PENA kemarin.

Agus menambahkan, bahwa seni ketangkasan domba merupakan salah satu kegemaran tersendiri yang disenangi serta ternak domba di Priangan dapat dikategorikan sebagai hewan kesayangan serta hewan kebanggaan, khususnya domba garut yang selama ini trade merk. “Kini domba jenis unggul bukan hanya asal Garut saja, karena domba dari daerah lain di Priangan jauh lebih unggul. Para peternak sudah pandai memelihara domba jenis unggul secara khusus. Artinya, dengan perlakuan dalam pemeliharaannya secara khusus terutama dalam membentuk tanduk agar memiliki temperamen yang indah dan kelihatan gagah,”tuturnya.

Dengan demikian, seni ketangkasan domba merupakan ajang kontes dalam memilih bibit sebagai raja dan ratu bibit ternak domba, karena setiap event pertandingan ternak domba yang bagus sangat mendapat sorotan setiap peternak dan penggemar, dengan sendirinya bahwa ternak tersebut memiliki harga yang sangat tinggi.

Dengan digelarnya Kontes Seni Ketangkasan Domba Adu tingkat Jawa Barat tersebut, Agus berharap agar mendapat perhatian dari Pemkab Ciamis, karena HPDKI Kec.Sukamantri dan para peternak ingin memiliki pasar domba, arena kontes dan kawasan pengembangan domba dalam satu lokasi di Lapangan Tower Desa Sukamantri. (REDI MULYADI)***

Senin, 14 Februari 2011

Geliat Membangun di Desa Cibeureum Manfaatkan PNPM Mandiri Pedesaan



Ciamis, LINTAS PENA

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) merupakan salah satu program skala nasional, yang bertujuan guna membangun saraa dan prasarana di pedesaan, termasuk dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Program pemerintah pusat ini tentu saja sangat membantu program pembangunan di pedesaan.

Hal itu diakui Agus Anwar, Ketua BPD Cibeureum Kec.Sukamantri kepada LINTAS PENA pekan kemarin. “Dengan adanya PNPM MP ini tentu saja sangat besar manfaatnya bagi masyarakat, antara lain membuka lapangan kerja bagi masyarakat maupun membantu para pengusaha kecil yang membutuhkan penambahan modal usaha,”ujarnya.

Bahkan PNPM MP ini, lanjut Agus Anwar, sangat membantu program pembangunan bagi para kepala desa.Karena para kepala desa punya bekal untuk membangun desanya. Sebagaimana halnya program kerja Kepala Desa Cibeureum Didi Kamsidi selama ini.Karena itu tak mengherankan bila geliat pembangunan di desa ini sangat dirasakan warganya.

”Kami mendukung penuh terhadap program kerja Kepala Desa Cibeureum yang positif dan inovatif dalam membangun desa kea rah yang lebih maju,”tutur Agus Anwar yang juga Ketua BKAP Kec.Sukamantri.

Dia menjelaskan, geliat membangun di Desa Cibeureum dengan memanfaatkan sumber dana PNPM MP tersebut, antara lain untuk kucuran dana PNPM MP tahun 2009 dan 2010 telah membangun 9 buah Posyandu yang refresentatif dengan perlengkapannya Rp.33 Juta plus swadaya, juga membangun Raudhatul Aftal (RA) Al Hasanah Rp.103 juta ditambah Rp.45 juta swadaya masyarakat untuk membuat 2 ruang kelas baru (RKB) dan kantor.

“Kehadiran Posyandu yang memadai dan lengkap di tiap kedusunan, yang sumber dananya berasal dari program PNPM MP dinilai sangat penting, karena bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat,”jelas Didi Kamsidi

Selain itu, program Kepala Desa Cibeureum yang lain untuk kepentingan masyarakat yakni di tiap kedusunan (9 dusun) kini telah berdiri lembaga Pandidikan Anak Usia Dini (PAUD).”Dengan adanya lembaga PAUD di tiap kedusunan ini, maka diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya warga desa kami,”kata Didi Kamsidi.

Sementara itu, untuk PNPM MP tahun 2011 rencananya akan membangun sarana insfrastruktur jalan sepanjang 1.800 meter yang menghubungan Desa Maparah Kec.Panjalu dengan Desa Cibeureum Kec.Sumanatri, juga jalan antar dusun dari Dusun Cileunteung – Dusun Sasireum hingga menembus ke Desa Sindanglaya.(REDI MULYADI)***

Itang, S.PKP : “Berikan Penyuluhan Kepada Petani Dengan Sepenuh Hati”




Itang S.PKP, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kec.Sukamantri, mengaku tidak menduga kalau dirinya bakal menerima penghargaan sebagai Penyuluh Pertanian Tingkat Nasional tahun 2010 bersama 33 orang lainnya. Selama ini, dia memberikan penyuluhan kepada para petani dengan sepenuh hati,dan tak mengenal lelah demi kemajuan pembangunan pertanian di Kab.Ciamis khususnya.

“Sejak awal menjadi petugas penyuluh pertanian, niat saya ingin yaitu memajukan dunia pertanian di daerah sendiri, dengan memberikan penyuluhan kepada para petani terutama pelaku utama (perseorangan/individu) yang kini sukses sebagai pelaku usaha di bidang masing-masing.

Jadi, bertugas sebagai penyuluh bukan mengharapkan penghargaan, “ungkap ayah 3 anak ini.

Pria kelahiran Bandung ini menunaikan tugas sebagai penyuluh selama 24 tahun dan menjabat Kepala BP3K Kec.Sukamantri saja sudah 10 tahun lebih, karena selalu dipertahankan oleh para petani (anggota kelompok tani, Gapoktan, Taruna Tani, Wanita Tani, P4S dll) yang menjadi binaannya. Dia begitu dikenal oleh kalangan petani dan masyarakat sekitarnya karena seringnya melakukan pertemuan maupun kunjungan ke kelompok-kelompok tani sesuai jadwal yang direncanakan.

Dalam upaya mensukseskan usahatani binaannya, menurut Itang S.PKP, berbagai metode penyuluhan pertanian telah diterapkan seperti intensifikasi padi sawah, penumbuhan dan pengembangan kawasan jagung dan starberry serta penanaman sayur-sayuran, mendampingi dalam kegiatan penanganan pasca panen sayuran dan sebagainya.

“Kebetulan masing-masing desa di Kec.Sukamantri komoditas unggulan antara lain: Desa Sukamantri memiliki komoditas unggulan tanaman the dan kambing, Desa Cibeureum yakni tanaman cabe, Desa Sindanglaya khusus tanaman ganyong, Desa Mekarwangi khusus tanaman kopi dan Desa Tenggerraharja memiliki komoditas unggulan tanaman jagung dan ternak sapi potong.”tutur sarjana lulusan Unibersitas Terbuka (UT) jurusan penyuluhan dan komunikasi pertanian tahun 2007 ini.

Dalam kesibukannya sebagai Kepala BP3K Model Sukamantri dan memberikan penyuluhan kepada para petani, Itang pun masih sempat mengikuti beberapa pelatihan seperti pelatihan pasca panen, PHT, perkoperasian, administrasi keuangan, menejemen penyuluhan, pemandu lapangan, manajemen, agribisnis, pemandu lapang hortikultura, metodelogi bagi penyuluh, pelatih lapang SLPTT jagung dan lainnya.

Berkat kerja keras dan dukungan istri tercintanya, maka tidak mengherankan bila dia pernah mendapat piagam penghargaan sebagai Pembina Kelompok Wanita Tani Cieurih,, pembantu pelaksana SLPHT BAPPENAS, peserta terbaik III jurusan pertanian pada Diklat alih kelompok jabatan fungsional, Juara II pada lomba karya tulis perikanan, Juara III festival karya penyuluhab pertanian tingkat nasional dan sebagainya.Puncaknya, pria ramah ini memperoleh penghargaan sebagai Penyuluh Teladan Tingkat Nasional pada peringatan HUT ke 65 Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2010 lalu.

Dengan diterimanya penghargaan sebagai Penyuluh Teladan Tingkat Nasional 2010 tersebut, tentu saja menambah semangat Itang S.PKP dalam pengabdiannya, terutama memberikan penyuluhan kepada para petani dan kelompok tani dengan sepenuh hati.”Saya ingin bahwa para petani Indonesia dapat maju dan berkembang, terutama pola pikir mereka dalam menggarap usahataninya,”jelasnya. (REDI MULYADI)***